
TANJUNGPANDAN – Dalam upaya mematangkan persiapan kurikulum tahun ajaran baru, delegasi dari SMP Negeri 1 Membalong menghadiri Workshop Penyusunan Model Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Terintegrasi P4GN yang diselenggarakan di SMPN 6 Tanjungpandan pada Selasa, 7 April 2026.
Kegiatan bertajuk “On 2” ini fokus pada presentasi draf KSP dan modul ajar untuk tahun ajaran 2026/2027, dengan penekanan khusus pada integrasi materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Kolaborasi Lintas Sekolah

Acara ini menjadi ajang bertukar pikiran bagi para pendidik. Selain SMPN 1 Membalong, workshop ini juga dihadiri oleh perwakilan dari SMPN 4 Tanjungpandan, SMPN 2 Sijuk, dan SMPN 1 Badau. Tim dari setiap sekolah terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, serta guru mata pelajaran IPA dan PPKn.
Pemaparan Strategis SMPN 1 Membalong
Dalam sesi utama, tim SMPN 1 Membalong secara berurutan memaparkan rancangan pendidikan mereka:
-
Sesi KSP & Kokurikuler: Wakil Kepala Bidang Kurikulum memaparkan struktur kurikulum dan rancangan program kokurikuler yang disesuaikan dengan karakteristik sekolah.
-
Sesi Modul Ajar: Guru IPA dan PPKn mempresentasikan detail perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan edukasi bahaya narkoba ke dalam materi pelajaran secara kreatif.
-
Diskusi Terpimpin: Usai presentasi, tim mendapatkan masukan dan melakukan tanya jawab dengan Tim Kurikulum SMPN 6 Tanjungpandan selaku penyelenggara untuk menyempurnakan dokumen yang ada.

Langkah Menuju Sekolah Bersinar
Kehadiran SMPN 1 Membalong dalam workshop ini menegaskan komitmen sekolah untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi benteng perlindungan bagi murid dari ancaman narkoba melalui kurikulum yang terstruktur.
Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini berakhir dengan sukses dan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Hasil dari workshop ini akan menjadi dasar finalisasi dokumen kurikulum SMPN 1 Membalong untuk menyambut tahun ajaran 2026/2027.
Penulis: Admin 2 web
Dokumentasi: Tim Web. NESAMBA

